KALTIMUP, BALIKPAPAN – Sebuah kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri ternyata membawa Fany Aulia Arnelita melangkah lebih jauh. Alumni program Balikpapan Youth Camp (BYC) tersebut berhasil mengukir prestasi pada ajang Youth City Changers (YCC) APEKSI Muda 2026 di Medan.
Keberhasilan Fany menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kepemudaan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dapat membuka ruang bagi anak muda untuk mengasah kemampuan sekaligus berkontribusi lebih luas bagi daerah.
Menariknya, Fany mengaku tidak sejak awal mengikuti BYC dengan target menjadi delegasi dalam ajang tingkat nasional. Ia datang dengan tujuan sederhana, yakni mencari pengalaman, memperluas wawasan, dan mendapatkan pembelajaran langsung dari para pemateri yang memiliki pengalaman di tingkat nasional.
Selama tiga hari dua malam mengikuti BYC, Fany mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, peningkatan kapasitas diri, serta peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Ia bahkan baru mengetahui bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses penjaringan calon delegasi Balikpapan untuk mengikuti YCC APEKSI Muda 2026.
Dari seluruh peserta, Fany akhirnya berhasil meraih predikat Best Delegate atau Juara I. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi satu dari enam delegasi yang mewakili Kota Balikpapan dalam ajang YCC APEKSI Muda 2026.
Namun, terpilih sebagai delegasi bukan menjadi akhir perjalanan. Para peserta masih harus melewati tahapan berikutnya dengan menyusun sekaligus merealisasikan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kesempatan itu dimanfaatkan Fany untuk merancang gerakan pemberdayaan pemuda. Ia ingin mengubah cara pandang bahwa keterlibatan anak muda tidak semata-mata ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi konkret yang memberikan dampak bagi lingkungan.
Program tersebut kemudian mulai dijalankan dari lingkup terkecil, yakni RT. Seiring berjalannya kegiatan, cakupannya berkembang hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Pelaksanaannya pun mendapat dukungan dari pemerintah setempat, kader PKK, serta masyarakat.
Bagi Fany, keterlibatan pemuda dalam pembangunan harus menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan secara langsung dan memiliki keberlanjutan.
“Harapannya, anak muda tidak hanya ikut kegiatan, tetapi mampu melahirkan gerakan yang terus memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Fany, Sabtu (18/7/2026).
Fany sendiri aktif sebagai anggota PKK Kecamatan Balikpapan Utara. Pengalaman tersebut turut menjadi modal baginya dalam mengembangkan gagasan pemberdayaan masyarakat dan memperluas jejaring dengan berbagai unsur di lingkungan sekitar.
Prestasi Fany tidak berhenti pada penghargaan individu. Bersama delegasi Balikpapan lainnya, ia kembali membawa pulang penghargaan Best Performance dalam malam puncak YCC APEKSI Muda 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui penampilan Tari Mahligai, kesenian yang dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Kota Balikpapan di hadapan peserta dari berbagai daerah.
Persiapan penampilan itu dilakukan bersama seluruh delegasi dengan pendampingan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan. Tari Mahligai dipilih bukan karena mengejar penghargaan, melainkan sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Bahkan, para delegasi mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa penampilan mereka akan dinilai dalam kategori Best Performance. Fokus mereka saat itu hanya memberikan pertunjukan terbaik dan membawa nama Balikpapan dengan cara yang positif.
Apresiasi yang kemudian diterima menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Fany dan rekan-rekannya.
“Sejak awal kami hanya ingin tampil maksimal dan memperkenalkan budaya Balikpapan. Penghargaan yang kemudian diberikan tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tuturnya.
Bagi Fany, pengalaman mengikuti BYC hingga YCC APEKSI Muda 2026 menjadi perjalanan yang menunjukkan pentingnya keberanian mengambil kesempatan. Dari sebuah kegiatan pembinaan di tingkat kota, ia mendapatkan ruang untuk berkembang, berkompetisi, sekaligus membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Balikpapan agar tidak ragu mengikuti program pengembangan diri yang tersedia.
Menurutnya, kesempatan untuk belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Anak muda juga perlu berani keluar dari zona nyaman, membangun jejaring, dan mulai menciptakan perubahan dari lingkungan terdekat.
Fany meyakini, prestasi tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana untuk belajar, berani mencoba, dan mau terlibat di tengah masyarakat dapat menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih luas.
Semangat itulah yang kini ingin terus ia bawa. Bukan hanya mengejar penghargaan, tetapi memastikan setiap pengalaman dan program yang dijalankan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong semakin banyak pemuda Balikpapan menjadi agen perubahan. (kup/adv)
