Lurah Batu Ampar, Awan Darmawan

KALTIMUP, BALIKPAPAN – Pembangunan di tingkat kelurahan tak lagi hanya identik dengan pembangunan infrastruktur. Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, mulai menyiapkan konsep pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai penggerak utama melalui Program Kelurahan Madani.

Program tersebut dirancang untuk mulai direalisasikan pada 2027, dengan mengusung sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Tak hanya mengejar pembangunan fisik, program ini juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi, mengoptimalkan pengelolaan lingkungan, sekaligus memperkuat fasilitas pelayanan sosial bagi anak dan keluarga.

Lurah Batu Ampar, Awan Darmawan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan tiga usulan program kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ketiganya meliputi pembangunan kawasan pasar malam, pengembangan rumah budidaya maggot beserta ekosistem pendukungnya, serta penyediaan fasilitas permainan anak di dalam dan luar ruangan pada Posyandu.

Menurut Awan, gagasan tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masyarakat Batu Ampar. Program Kelurahan Madani sendiri merupakan bagian dari arahan Bappeda agar setiap kelurahan mampu mengembangkan keunggulan lokal melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi warga.

Salah satu program yang disiapkan adalah pasar malam. Lokasinya direncanakan berada di kawasan RT 10, tepatnya di sekitar Gedung Serbaguna. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan posisi kawasan yang dinilai cukup strategis untuk menjadi ruang berkumpul sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga.

Pasar malam nantinya diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka. Selain menjadi tempat transaksi ekonomi, keberadaan kawasan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan aktivitas baru yang membuat lingkungan lebih hidup.

Program kedua menyasar persoalan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi. Kelurahan Batu Ampar berencana memanfaatkan salah satu aset milik Pemerintah Kota Balikpapan yang selama ini belum digunakan secara optimal untuk dikembangkan menjadi rumah budidaya maggot.

Konsepnya tidak sekadar membudidayakan maggot sebagai komoditas bernilai ekonomi. Kawasan tersebut juga akan diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan sampah organik. Dengan demikian, sampah yang selama ini menjadi persoalan dapat diolah sekaligus menghasilkan peluang usaha bagi masyarakat.

Sementara di bidang pelayanan sosial, Batu Ampar menyiapkan pengembangan fasilitas bermain bagi anak di sejumlah Posyandu. Sarana permainan indoor dan outdoor akan ditempatkan pada Posyandu yang telah memiliki bangunan permanen di beberapa wilayah RT.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan balita, tetapi juga menjadi ruang yang lebih ramah anak. Anak-anak dapat memiliki area bermain yang aman ketika orang tua mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Meski telah disusun, seluruh rencana tersebut masih harus melalui tahapan pembahasan dan persetujuan pemerintah daerah. Awan menjelaskan, pelaksanaan program bergantung pada persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bappeda.

Pendanaan program akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melalui usulan anggaran kelurahan yang diajukan melalui kecamatan.

Apabila seluruh tahapan persetujuan berjalan sesuai rencana, pengerjaan program ditargetkan dimulai pada 2027. Karena sebagian kegiatan membutuhkan pembangunan fisik, penyelesaiannya tidak ditargetkan dalam waktu singkat. Kelurahan menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung paling lambat pada akhir tahun anggaran.

Yang menjadi kekuatan utama dari konsep Kelurahan Madani di Batu Ampar adalah keterlibatan warga. Kelurahan tidak ingin berbagai fasilitas yang dibangun berhenti setelah proyek selesai, tetapi harus memiliki pengelola yang mampu menjaga sekaligus mengembangkan manfaatnya.

Untuk itu, nantinya akan dibentuk kelompok masyarakat yang bertugas mengelola masing-masing program. Pasar malam maupun rumah budidaya maggot akan melibatkan warga sebagai pengelola utama.

Skema tersebut juga membuka peluang agar manfaat ekonomi dapat kembali kepada masyarakat. Pendapatan atau retribusi dari pengelolaan pasar malam, misalnya, dapat dimanfaatkan kelompok warga sebagai modal untuk mengembangkan kegiatan secara berkelanjutan.

Konsep ini membuat Program Kelurahan Madani tidak hanya berbicara tentang apa yang dibangun, tetapi juga siapa yang akan mengelola dan memastikan program tersebut tetap berjalan.

Awan berharap pola tersebut mampu membangun rasa memiliki di tengah masyarakat. Ketika warga terlibat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan, keberlanjutan program dinilai akan lebih mudah dijaga.

Dengan tiga program yang tengah disiapkan, Batu Ampar ingin menunjukkan bahwa pembangunan berbasis kelurahan dapat berjalan dengan memanfaatkan potensi yang sudah tersedia. Aset pemerintah yang belum optimal dapat diarahkan menjadi ruang ekonomi, persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang usaha, sementara fasilitas sosial diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi keluarga.

Program Kelurahan Madani pun diharapkan menjadi langkah awal bagi Batu Ampar untuk membangun kawasan yang bukan hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki masyarakat yang aktif, mandiri, produktif, dan mampu mengelola potensi wilayahnya secara bersama-sama. (kup/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *