Camat Balikpapan Utara Umar Adi

KaltimUP, BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Utara mendorong enam kelurahan mengembangkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut diarahkan tidak sekadar menjalankan kegiatan rutin, tetapi menjadi penggerak ekonomi keluarga, lingkungan, digitalisasi, hingga pengembangan wisata.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, mengatakan setiap kelurahan memiliki karakter dan potensi berbeda sehingga program pemberdayaan tidak dapat diterapkan dengan pola yang sama.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan kehidupan warga. Programnya lahir dari potensi lokal, dikelola bersama, dan hasilnya bisa dirasakan langsung,” kata Umar, Jumat (7/8/2026).

Enam program tematik tersebut mulai dikembangkan setelah pelantikan kepengurusan TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan pada 31 Januari 2026.

Di Kelurahan Graha Indah, pengembangan diarahkan pada komoditas bawang tiwai. Potensi pangan lokal tersebut didorong agar tidak hanya menjadi produk khas, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi.

Sementara Kelurahan Karang Joang mengandalkan sektor pertanian, khususnya singkong. Komoditas yang selama ini banyak dijual sebagai bahan mentah mulai dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti opak dan tapai untuk membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Berbeda dengan dua wilayah tersebut, Kelurahan Muara Rapak menjadikan lingkungan sebagai fokus pemberdayaan melalui program Mas Bima (Masyarakat Bijak Mengelola Alam).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah, pengembangan Kampung ProKlim, serta mendorong wilayah menjadi percontohan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS).

Transformasi berbasis digital dikembangkan Kelurahan Gunung Samarinda Baru melalui konsep Kelurahan Digital. Salah satunya dengan mengintegrasikan data kependudukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan basis data PKK.

Digitalisasi tersebut diharapkan membuat pendataan dan pelaporan program pemberdayaan masyarakat menjadi lebih cepat, akurat, dan terukur.

Sementara Kelurahan Gunung Samarinda mengembangkan Kampung UP2K dan UMKM Digital. Pelaku usaha didorong memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk sehingga tidak hanya bergantung pada konsumen di lingkungan sekitar.

Adapun Kelurahan Batu Ampar menggabungkan pemberdayaan ekonomi keluarga dengan sektor wisata melalui program Manajemen UP2K Berbasis Pangan Lokal. Komoditas melon menjadi salah satu unggulan yang dikembangkan sekaligus dikaitkan dengan konsep Kampung Wisata.

Menurut Umar, keberagaman program justru menjadi kekuatan karena masing-masing kelurahan dapat berkembang sesuai karakter dan keunggulan wilayah.

Seluruh program tersebut diarahkan dalam visi besar Kelurahan Madani, yakni membangun kelurahan yang mandiri, adaptif, dan inovatif. Pelaksanaannya juga diselaraskan dengan 10 Program Pokok PKK dan kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Yang kami bangun bukan hanya program, tetapi ekosistem. Ketika PKK kuat, keluarga kuat, dan kelurahan pun akan ikut maju,” tegasnya.

Umar menilai pendekatan berbasis potensi lokal dapat mengubah peran kelurahan dari sekadar unit administrasi menjadi ruang pengembangan ekonomi, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan inovasi pelayanan publik.

Dengan model tersebut, pemberdayaan masyarakat di Balikpapan Utara diharapkan lebih tepat sasaran karena program tumbuh dari kebutuhan dan potensi yang memang dimiliki masing-masing wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *