KaltimUP, BALIKPAPAN – Kreativitas warga kembali melahirkan potensi ekonomi baru di tengah perkembangan Kota Balikpapan. Di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kebun Melon Sumber Berkah berkembang menjadi destinasi agrowisata sekaligus ruang edukasi pertanian yang sepenuhnya digagas dan dikelola masyarakat.
Berada di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 2, kebun tersebut dikelola Ketua RT bersama warga setempat. Pemerintah kelurahan tidak terlibat dalam pembangunan awal, namun mengapresiasi inisiatif masyarakat yang mampu mengembangkan lahan menjadi aktivitas produktif dan destinasi wisata.
Lurah Batu Ampar, Awan Darmawan, mengatakan Kebun Melon Sumber Berkah telah lama menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat.
“Objek wisata itu sebenarnya sudah lama ada. Kebun Melon Sumber Berkah memang murni lahir dari inisiatif warga. Yang mengelola juga Ketua RT bersama masyarakat, bukan dibangun oleh pemerintah,” ujar Awan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Awan, pemerintah kelurahan sempat mengusulkan kebun tersebut sebagai salah satu inovasi dalam penilaian Kelurahan Madani. Namun, usulan itu belum memenuhi sejumlah kriteria sehingga tidak masuk dalam program tersebut.
Meski demikian, pengelolaan kebun tetap berjalan. Warga terus mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang produktif sekaligus destinasi wisata keluarga.
“Inovasinya tentu kembali kepada pengelola. Sampai hari ini kebun tersebut masih berjalan dengan baik dan terus menerima pengunjung,” katanya.
Tidak hanya menawarkan wisata petik melon, kebun tersebut juga dikembangkan sebagai sentra hortikultura. Pengunjung dapat melihat langsung proses budidaya sekaligus mengenal berbagai jenis tanaman yang dikembangkan masyarakat.
Sejumlah komoditas dibudidayakan di lokasi tersebut, mulai dari melon, semangka, tomat, jagung, labu, cabai hingga pakcoy.
Konsep tersebut membuat Kebun Melon Sumber Berkah tidak sekadar menjadi tempat rekreasi. Lokasi ini juga menjadi sarana pembelajaran pertanian bagi pelajar, mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.
Melalui kunjungan tersebut, siswa dapat mengenal proses budidaya tanaman secara langsung, sekaligus memahami bahwa sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi dan wisata.
Dari sisi ekonomi, keberadaan kebun memberi manfaat bagi warga melalui penjualan hasil panen dan aktivitas wisata. Pengunjung dapat menikmati suasana perkebunan sekaligus membeli hasil pertanian segar langsung dari pengelola.
Awan menilai keberadaan Kebun Melon Sumber Berkah menjadi contoh bahwa pengembangan destinasi wisata tidak selalu harus berawal dari proyek pemerintah. Dengan kreativitas, partisipasi, dan gotong royong, masyarakat dapat menciptakan ruang ekonomi baru dari potensi yang ada di lingkungannya.
Ia berharap pengelola terus menghadirkan inovasi agar daya tarik kebun semakin berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak pengunjung.
“Saya apresiasi warga atas inisiatif yang digagas ini,” ungkapnya.
Keberadaan Kebun Melon Sumber Berkah sekaligus memperkaya pilihan wisata edukasi di Balikpapan. Jika dikelola secara berkelanjutan, konsep agrowisata berbasis masyarakat tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.

