KaltimUP, BALIKPAPAN – Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu strategi Tim Penggerak PKK Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, dalam memperkuat ekonomi keluarga. Melalui program Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), singkong yang selama ini banyak dijual dalam bentuk segar mulai diolah menjadi produk bernilai tambah.
Program unggulan Pokja II PKK tersebut mengintegrasikan peningkatan literasi, keterampilan, dan penguatan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Ketua TP PKK Kecamatan Balikpapan Utara, Niniek Umar Adi, mengatakan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas generasi sekaligus membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
“Di tangan keluarga, masa depan bangsa Indonesia ditentukan. Melalui Gelari Pelangi, kami ingin meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan, dan ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Niniek, Minggu (5/7/2026).
Salah satu fokus Gelari Pelangi di Karang Joang dikembangkan melalui Kampung Mandiri sebagai proyek percontohan. Program ini diarahkan untuk mendorong kreativitas keluarga, mengoptimalkan sumber daya lokal, serta mendampingi pelaku usaha agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.
Potensi singkong kemudian dipilih sebagai komoditas unggulan. Melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), kader Dasawisma mengolah singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) atau tepung singkong bebas gluten yang dapat digunakan sebagai alternatif tepung terigu.
“Melalui program UP2K, singkong yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar atau diolah secara tradisional kini diproses menjadi tepung Mocaf, yaitu tepung bebas gluten yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu,” jelasnya.
Tidak hanya Mocaf, kader PKK juga mengembangkan sejumlah produk olahan lain, seperti tape singkong, bonbon tape, kembang goyang, dan opak singkong.
Menurut Niniek, singkong dipilih karena merupakan salah satu komoditas yang banyak ditemukan di Karang Joang. Pengolahan menjadi Mocaf diharapkan mampu meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
“Singkong dipilih karena tanaman ini sangat banyak ditemukan di Kelurahan Karang Joang. Selama ini masyarakat hanya mengenalnya sebagai bahan pangan tradisional atau dijual dalam kondisi segar. Kami ingin meningkatkan nilai ekonominya melalui produk Mocaf,” katanya.
Pengembangan produk juga diarahkan pada penguatan legalitas usaha dan perizinan. Menurut Niniek, legalitas menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
“Karena legalitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk UMKM,” ujarnya.
Dari sisi pemasaran, produk UP2K didorong masuk ke berbagai kanal, mulai dari bazar, gerai oleh-oleh, hingga Galeri UMKM Provinsi Kaltim. Pemasaran digital melalui media sosial dan transaksi daring juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan konsumen.
Penguatan ekonomi keluarga turut didukung melalui koperasi PKK yang menyediakan akses permodalan bagi kelompok UP2K dan pelaku UMKM di Kampung Mandiri.
“Kami tidak hanya mengajarkan masyarakat untuk menabung, tetapi juga membangun fondasi ekonomi keluarga. Melalui koperasi, masyarakat dapat memperkuat modal usaha, sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi,” kata Niniek.
Di sisi lain, Gelari Pelangi juga menyentuh aspek pendidikan. Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena, mengatakan program tersebut dilengkapi dengan pengembangan rumah baca untuk meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan anak-anak.
“Rumah baca bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang untuk merawat mimpi. Kami berharap melalui buku, anak-anak dapat mengenal dunia yang lebih luas dan memiliki cita-cita yang tinggi,” paparnya.
Integrasi literasi, keterampilan, pengembangan UMKM, koperasi, dan pemanfaatan potensi lokal menjadikan Gelari Pelangi di Karang Joang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem keluarga yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki akses terhadap pendidikan serta peluang ekonomi.
Ke depan, pengembangan Kampung Mandiri diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dapat diterapkan di lingkungan lainnya di Kota Balikpapan.

