KALTIMUP, BALIKPAPAN – Koperasi Merah Putih di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, mulai menunjukkan geliat sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kehadirannya tidak hanya memudahkan warga memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, mengatakan koperasi tersebut kini telah berjalan aktif dan mampu mempertahankan aktivitas usaha yang sebelumnya sudah dibangun melalui koperasi di wilayah tersebut.
Menurutnya, keberadaan koperasi sebelumnya menjadi modal penting dalam menjalankan program Koperasi Merah Putih. Pemerintah kelurahan tidak harus memulai dari nol karena sistem dan aktivitas koperasi telah terbentuk.
“Koperasi Merah Putih kita sudah berjalan. Bahkan kemarin sudah pembagian SHU karena memang sebelumnya sudah ada koperasi, jadi tinggal melanjutkan saja,” ujar Arif, Senin (27/4/2026).
Dari sisi operasional, koperasi telah memiliki sarana pendukung untuk menjalankan aktivitasnya. Kantor kelurahan turut dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan atau gudang, sementara kegiatan administrasi dan distribusi barang dilakukan melalui sistem yang telah disiapkan.
Salah satu layanan yang menjadi daya tarik koperasi adalah penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Berbagai komoditas seperti beras, gula dan kebutuhan sembako lainnya ditawarkan dengan harga kompetitif, bahkan mengacu pada harga distribusi pemerintah.
Model pelayanan tersebut kemudian dikembangkan agar lebih praktis bagi masyarakat. Warga dapat memesan paket kebutuhan pokok secara langsung tanpa harus membeli barang satu per satu. “Warga cukup pesan paket sembako, isinya beras, gula, dan lainnya. Selain lebih praktis, mereka juga tetap mendapatkan SHU,” jelas Arif.
Skema tersebut memberikan dua manfaat sekaligus bagi anggota. Di satu sisi, warga memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih bersaing. Di sisi lain, mereka memiliki kesempatan menikmati hasil usaha koperasi sesuai mekanisme pembagian SHU.
Dampaknya terlihat dari pertumbuhan jumlah anggota. Jika sebelumnya koperasi hanya memiliki sekitar 17 anggota, kini jumlah tersebut meningkat tajam hingga lebih dari 120 orang.
Sebagian besar anggota berasal dari kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bagi mereka, koperasi tidak hanya menjadi tempat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan aktivitas usaha.
Keberadaan koperasi juga diperkuat melalui dukungan program pemerintah. Salah satunya berupa peluang akses permodalan melalui sektor perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara.
Akses tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usahanya. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok, tetapi juga dapat menjadi simpul penguatan ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan keanggotaan yang cukup pesat menjadi indikator meningkatnya kepercayaan warga terhadap koperasi. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula potensi koperasi untuk mengembangkan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Bagi Kelurahan Graha Indah, perkembangan tersebut menjadi contoh bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari kelembagaan yang berada dekat dengan warga.
Koperasi Merah Putih diharapkan terus memperluas layanan, menjaga harga kebutuhan pokok tetap kompetitif, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pelaku UMKM.
Dengan basis anggota yang terus bertambah dan aktivitas usaha yang telah menghasilkan SHU, koperasi tersebut kini tidak sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari. Lebih jauh, Koperasi Merah Putih Graha Indah mulai tumbuh sebagai wadah ekonomi bersama yang menghubungkan kebutuhan warga, pengembangan UMKM dan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan. (Kup/adv)

