Perang terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja tidak hanya dilakukan melalui penindakan. Upaya pencegahan dari lingkungan terdekat terus diperkuat dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi.

KALTIMUP, BALIKPAPAN – Perang terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja tidak hanya dilakukan melalui penindakan. Upaya pencegahan dari lingkungan terdekat terus diperkuat dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi.

Langkah tersebut dilakukan di Kecamatan Balikpapan Utara melalui pembinaan Duta JARWASNABA (Jaringan Remaja Waspada terhadap Narkoba). Program ini diarahkan untuk membentuk remaja yang tidak hanya mampu menjaga dirinya dari bahaya narkoba, tetapi juga aktif mengajak lingkungan sebayanya membangun pola hidup yang sehat dan produktif.

Anggota Kelompok Kerja (Pokja) I Kecamatan Balikpapan Utara, Fany Aulia Arnelita, dipercaya menjadi pembina sekaligus Ketua Duta JARWASNABA Kecamatan Balikpapan Utara untuk masa bakti 2026–2028.

Bagi Fany, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk memperluas gerakan pencegahan narkoba dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk terlibat langsung karena mereka memiliki lingkungan pergaulan yang luas dan dapat menjadi penyampai pesan yang efektif kepada teman sebaya.

Ia menilai penanganan narkoba tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Pencegahan harus dibangun sejak dini melalui edukasi, pembentukan karakter, serta penciptaan lingkungan yang membuat anak dan remaja memiliki aktivitas positif.

Duta JARWASNABA pun diarahkan tidak sekadar menjadi simbol atau nama sebuah program. Para anggotanya diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan.

Fany mengatakan, pendekatan teman sebaya menjadi salah satu kekuatan yang ingin dikembangkan dalam program tersebut. Pesan mengenai bahaya narkoba diharapkan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh sesama anak muda dengan bahasa yang sesuai dengan keseharian mereka.

“Remaja harus diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan. Mereka bisa saling mengingatkan dan membangun lingkungan pergaulan yang lebih sehat,” ujar Fany saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Untuk memperluas jangkauan gerakan, Duta JARWASNABA tidak berjalan sendirian. Sejumlah organisasi kepemudaan dilibatkan, baik organisasi yang berada di bawah lembaga tertentu maupun komunitas yang bergerak secara independen.

Salah satu mitra yang menjadi bagian penting dalam kolaborasi tersebut adalah Forum Anak. Kerja sama ini dinilai relevan karena Forum Anak memiliki kedekatan dengan kelompok usia yang menjadi sasaran utama edukasi pencegahan narkoba.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan sosialisasi. Duta JARWASNABA juga mendorong anak-anak dan remaja memiliki lebih banyak pilihan aktivitas yang dapat mengembangkan kemampuan serta kepercayaan diri.

Kegiatan organisasi, pelatihan keterampilan, aktivitas sosial, hingga kegiatan kreatif menjadi beberapa alternatif ruang positif yang dapat dimanfaatkan generasi muda.

Pendekatan tersebut dianggap penting karena pencegahan narkoba tidak cukup dilakukan dengan memberikan informasi mengenai dampak buruknya. Anak dan remaja juga perlu memiliki lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka sehingga memiliki kesibukan yang sehat dan tujuan yang ingin dicapai.

Semakin banyak ruang positif yang tersedia, semakin besar pula kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Pada saat yang sama, waktu dan perhatian mereka dapat diarahkan pada aktivitas yang produktif.

Fany meyakini pembentukan lingkungan seperti itu dapat menjadi benteng sosial bagi anak dan remaja. Ketika mereka aktif dalam kegiatan yang membangun, memiliki komunitas yang sehat, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan, risiko terpengaruh perilaku negatif dapat ditekan.

Karena itu, program Duta JARWASNABA juga diharapkan mampu berkembang hingga ke lingkungan sekolah, keluarga, organisasi pemuda, dan komunitas masyarakat.

Fany menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah memiliki peran dalam membangun kebijakan dan menyediakan ruang kegiatan, sementara sekolah dan keluarga berperan membentuk karakter serta mengawasi perkembangan anak.

Di sisi lain, organisasi kepemudaan dan Forum Anak dapat menjadi jembatan untuk mengajak generasi muda terlibat secara langsung dalam kegiatan positif.

Menurutnya, pola kolaborasi tersebut harus terus diperkuat agar gerakan pencegahan tidak berhenti pada kegiatan sesaat. Edukasi mengenai narkoba perlu dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan sosial anak muda.

Dengan pembinaan Duta JARWASNABA periode 2026–2028, Kecamatan Balikpapan Utara ingin membangun model pencegahan yang menempatkan remaja sebagai pelaku perubahan, bukan hanya sebagai sasaran sosialisasi.

Harapannya, lahir lebih banyak anak muda yang berani mengambil peran, mampu mengedukasi lingkungannya, serta memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan teman-temannya dari ancaman narkoba.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Balikpapan yang sehat, produktif, berprestasi, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya. (Kup/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *