KALTIMUP, BALIKPAPAN – Produk makanan rumahan yang dihasilkan warga Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, mulai mendapat perhatian untuk dikembangkan menjadi usaha yang lebih berdaya saing. Pemerintah kelurahan menyiapkan strategi pemasaran berbasis digital agar produk lokal tidak hanya berputar di lingkungan sekitar, tetapi mampu menjangkau konsumen lebih luas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Kampung Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan UMKM Digital. Program tematik ini diarahkan untuk memperkuat usaha masyarakat, terutama produk rumahan yang banyak dikelola oleh ibu-ibu PKK.
Selama ini, pemasaran produk warga masih banyak mengandalkan pelanggan tetap, rekomendasi dari kerabat, maupun promosi secara langsung. Melalui pendekatan digital, pola tersebut ingin diperluas dengan memanfaatkan media sosial sebagai etalase produk.
Lurah Gunung Samarinda, Sarjoko, mengatakan wilayahnya memiliki cukup banyak pelaku usaha rumahan dengan produk yang berpotensi dikembangkan. Beberapa di antaranya berupa makanan ringan seperti cimi-cimi, kue akar kelapa, stik keju, kue kelapa, hingga keripik sukun.
Menurutnya, keberagaman produk tersebut menjadi modal awal yang cukup kuat untuk membangun ekosistem UMKM berbasis masyarakat.
“Produk yang dibuat warga sebenarnya cukup beragam. Tinggal bagaimana kita membantu memperluas pengenalannya sehingga tidak hanya diketahui oleh masyarakat sekitar, tetapi bisa menjangkau konsumen yang lebih banyak,” ujar Sarjoko, Sabtu (8/8/2026).
Pemasaran digital menjadi salah satu pilihan yang dinilai paling relevan dengan perubahan kebiasaan konsumen saat ini. Masyarakat semakin terbiasa mencari informasi produk, berkomunikasi dengan penjual, hingga melakukan transaksi melalui perangkat digital.
Karena itu, para pelaku UMKM di Gunung Samarinda akan diarahkan untuk memanfaatkan sejumlah platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Penggunaan platform tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus membangun identitas merek.
Program Kampung UP2K dan UMKM Digital sendiri telah diperkenalkan oleh Camat Balikpapan Utara Umar Adi dalam agenda Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PKK Kecamatan dan Kelurahan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (31/1/2026).
Bagi Kelurahan Gunung Samarinda, program tersebut menjadi salah satu inovasi yang disesuaikan dengan karakter dan potensi masyarakat setempat. Setiap kelurahan di Balikpapan Utara memang didorong memiliki program tematik masing-masing sehingga pemberdayaan tidak dilakukan dengan pola yang seragam.
Sarjoko menjelaskan, pengembangan Kampung UP2K dan UMKM Digital tidak sekadar bertujuan membuat akun media sosial bagi pelaku usaha. Ada upaya lebih jauh untuk membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha sekaligus memperluas akses pasar.
Pelaku UMKM nantinya perlu dibekali pemahaman mengenai cara memperkenalkan produk, membuat konten yang menarik, menjaga kualitas kemasan, hingga memanfaatkan kanal digital secara konsisten.
Dengan cara tersebut, produk rumahan diharapkan memiliki tampilan dan daya jual yang semakin baik ketika dipasarkan kepada konsumen di luar lingkungan Gunung Samarinda.
Pemerintah kelurahan juga melihat digitalisasi sebagai peluang untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang selama ini sulit dijangkau oleh pelaku usaha kecil. Ketika promosi hanya dilakukan secara konvensional, jangkauan konsumen cenderung terbatas pada wilayah sekitar.
Sebaliknya, media sosial memungkinkan produk dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas tanpa harus membuka toko fisik di lokasi lain.
Langkah ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Sebab, sebagian usaha rumahan yang berkembang di masyarakat dijalankan sebagai kegiatan ekonomi tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Yang kami bangun bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana usaha masyarakat bisa berkembang dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” jelas Sarjoko.
Ke depan, Kelurahan Gunung Samarinda ingin pengembangan UMKM dilakukan secara berkelanjutan. Produk yang sudah ada akan terus didata dan dipetakan berdasarkan jenis usaha serta potensi pengembangannya.
Dengan dukungan promosi digital, produk seperti keripik sukun, kue tradisional, dan aneka makanan ringan buatan warga diharapkan tidak lagi hanya menjadi produk rumahan biasa. Produk tersebut dapat berkembang menjadi buah tangan khas wilayah sekaligus membuka peluang pasar baru.
Kehadiran Kampung UP2K dan UMKM Digital pada akhirnya menjadi upaya untuk mengubah potensi usaha kecil menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Dari dapur rumah warga, produk lokal Gunung Samarinda perlahan diarahkan untuk memasuki pasar yang lebih luas melalui teknologi digital.(Kup/adv)
