Warga RT 41 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran, cabai, TOGA, ikan, ayam, dan lebah kelulut. Inovasi tersebut ditampilkan dalam Lomba Gertak PKK tingkat Kota Balikpapan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

KaltimUP, BALIKPAPAN – Lahan sempit di sekitar rumah tidak menghalangi warga RT 41 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, untuk membangun ketahanan pangan. Melalui kelompok Dasa Wisma Daun Sop Ceria, warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran, tanaman obat, cabai, buah-buahan hingga mengembangkan budidaya ikan dan peternakan.

Upaya tersebut ditampilkan dalam Lomba Gerakan Serentak (Gertak) PKK tingkat Kota Balikpapan. Program ini menjadi contoh pemanfaatan lahan rumah tangga yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Kecamatan Balikpapan Utara, Niniek Umar Adi, mengatakan pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu cara membangun kemandirian pangan dari lingkungan paling kecil.

“Upaya tersebut menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga,” kata Niniek saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, program Gertak PKK yang digagas TP PKK Kota Balikpapan mendorong masyarakat lebih produktif memanfaatkan lahan di sekitar rumah.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan secara optimal. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di kawasan RT 41 Kilometer 21 Karang Joang, warga mengembangkan beragam komoditas. Selain cabai, sayuran, buah-buahan, dan TOGA, mereka membudidayakan ikan gabus dan papuyu, memelihara ayam, serta mengembangkan lebah kelulut untuk menghasilkan madu.

Keberagaman komoditas tersebut menjadi salah satu nilai tambah dalam penilaian lomba. Tim penilai tidak hanya melihat hasil budidaya, tetapi juga administrasi Dasa Wisma, pelaksanaan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai), serta inovasi yang dikembangkan kelompok.

“Yang dinilai bukan hanya hasil tanamannya, tetapi juga bagaimana kelompok mampu menjaga keberlanjutan program dan melibatkan masyarakat secara aktif,” jelas Niniek.

Persiapan lomba dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan TP PKK Kecamatan Balikpapan Utara bersama TP PKK Kelurahan Karang Joang selama sekitar dua bulan. Pendampingan mencakup berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian.

Penilaian juga dihadiri Staf Ahli TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Siti Kotijah, yang mewakili Ketua TP PKK Kota Balikpapan. Kehadiran tim penilai menjadi bagian dari evaluasi sekaligus apresiasi terhadap upaya masyarakat mengembangkan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Niniek berharap pemanfaatan pekarangan yang dilakukan warga RT 41 dapat ditiru oleh lingkungan lain. Menurutnya, lahan rumah yang dikelola secara konsisten dapat menghasilkan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

“Harapannya, apa yang dilakukan Dasa Wisma Daun Sop Ceria bisa menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi,” pungkasnya.(KUP-adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *